Rabu, 13 Maret 2013

Jenis Lampu Aquascape



 Jenis Lampu Aquascape 


Lampu Aquascape
Jenis lampu untuk digunakan pada aquascape disesuaikan dengan ukuran dan tema aquascape yang anda miliki. Ada beberapa jenis lampu yang dapat digunakan, antara lain :


 

Lampu PL (Power ligt)
Jenis lampu ini mempunyai ukuran lebih kecil namun ternyata mempunyai tingkat lumens yang lebih tinggi dibandingkan lampu TL, sehingga kita dapat memasang lebih banyak lampu untuk aquascape kita, sehingga lampu jenis ini cocok untuk aquascape high light. Ukuran standar lampu PL= 18 watt (21cm, 1200 lumen), 24 watt (31cm, 1800 lumen) dan 36 watt (41cm, 2900 lumen).




Lampu Tubular Lamp (TL)
Lampu ini merupakan jenis lampu yang paling banyak digunakan untuk aquascape. Dengan model silinder memanjang dapat memberikan keuntungan penyebaran cahaya secara merata keseluruh sudut aquarium. Namun lampu ini mempunyai ukuran yang cukup besar, sehingga banyak memakan ruang atas aquarium jika digunakan di aquarium high light. Ukuran umum lampu TL = 18 watt (60cm, 1300 lumen), 36 watt (120cm, 3250 lumen) 



Lampu Metal Halide
Lampu Metal Halide (MH)
Jenis lampu ini cocok digunakamn pada aquarium yang memiliki  kedalaman atau ketinggian kaca yang lebih dari 60cm. Karena lampu ini mempunyai intensitas lumens paling tinggi dibandingkan jenis lampu lainnya. Namun perlu diingat bahwa kekuatan lumens lampu ini terfokus di area tepat dibawah lampu, sehingga memerlukan perhitungan yang tepat untuk menentukan jumlah lampu Metal Halide yang akan digunakan.Ukuran umum lampu Metal Halide = 70 watt (5500 lumen), 150 watt (12.000 lumen) dan 250 watt (20.000 lumen

Selasa, 15 Januari 2013

Jenis - Jenis Ikan Arwana dan Pemeliharaanya

Jenis - Jenis Ikan Arwana dan perawatannya
Ikan Arwana (Scleropages formosus), merupakan ikan yang tergolong satwa langka Indonesia dengan habitat asli di kalimantan dan juga Papua. Arowana, termasuk dalam kelompok ikan primitif yang berevolusi lebih dari 10 juta tahun.
Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang khas, berkesan gagah dan sedikit angkuh, dilengkapi dengan sungut pada mulutnya dan sisik yang besar dengan susunannya yang harmonis, membuat keindahan dari ikan ini sangat menonjol. Ikan ini berenang dengan tenang sehingga jika diletakkan dalam akuarium akan membuatnya benar benar terlihat sebagai ikan yang anggun
Jenis-Jenis Ikan Arwana
1. Super Red


Super Red berasal dari berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut. Akan tetapi kondisi mineral, lingkungan air gambut (black water), dan banyaknya cadangan pangan yang memadai telah mengkondisikan pengaruh yang baik terhadap evolusi warna pada ikan yang bersangkutan. Pengaruh geografis itu juga menyebabkan terciptanya variasi yang berbeda terhadap morfologi ikan ini, seperti badan yang lebih lebar, kepala berbentuk sendok, warnah merah yang lebih intensif, dan warna dasar yang lebih pekat.
Warna merah penuh tampak pada sirip ikan muda, pada bibir dan juga sungut. Menjelang dewasa, warna merah akan muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, terutama pada tutup insang dan pinggiran sisik, sehingga tubuh ikan terlihat berwarna merah.
Arwana merah dikelompokkan dalam 4 varietas, yaitu Merah Darah (Blood Red), Merah Cabai (Chili Red), Merah Orange (Orange Red), dan Merah Emas (Golden Red). Keempat varietas ini secara umum diberi julukan Super Red atau Merah Grade Pertama (First Grade Red), meskipun dalam perkembangannya super red lebih merujuk pada Merah Cabai dan Merah Darah. Sedangkan dua varietas terakhir lebih sering di anggap sebagai super red dengan grade lebih rendah.
Perbedaan antara varitas merah cabai dan merah darah dijabarkan pada tabel berikut :

Arwana Merah Cabai
Arwana Merah Darah
Tampilan WarnaSeperti merah cabaiSeperti merah darah
Bentuk fisikBentuk tubuh lebih lebar, kepala berbentuk sendoklebih panjang dan lebih ramping
Lebar tubuhrelatif tetap hingga menjelang pangkal ekor, bingkai sisik yang lebih tebalmenyempit secara gradual
Warna malaMata merah dan lebar sehingga pinggiran matanya seakan menyentuh b agian atas kepala dan bagian rahang bawahnyamata lebih putih dan lebih kecil
Bentuk ekorSeperti intan (diamond)Seperti kipas
Warna pada usia mudacenderung memiliki warna dasar hijau dengan kilap metalik yan g pekatmemiliki kilap lebih lemah dan cenderung mirip dengan RTG muda; Bentuk tubuh lebih bulat
PertumbuhanLebih lambatLebih cepat

Ciri morfologi fisik kedua jenis tersebut sudah nampak saat masih muda sehingga dapat dijadikan pedoman dalam membedakan kedua variteas tersebut.
Perkembangan warna antara Merah Cabai dan Merah Darah diketahui juga berbeda. Perbedaan waktu dalam pencapaian warna merah penuh adalah 1-2 tahun. Namun kedua varitas melalui tahapan perkembangan warna yang relatif sama yaitu melalui transisi warna orange. Beberapa arwana merah mempunyai warna pucat hingga sampai 8 tahun, baru kemudian berubah ke merah penuh dalam waktu 1 bulan. Menduga potensi arwana merah memerlukan kesabaran dan usaha yang diperoleh dari pengalaman dan kesabaran.
Varietas Merah Orange (Orange Red) merupakan salah satu varietas yang umum dijumpai. Pada saat dewasa sisik tubuhnya menunjukkan warna orange. Dibandingkan dengan Chilli Red dan Blood Red, sirip dan ekor varietas ini tidak semerah keduanya.
Merah Emas (Golden red) merupakan varietas warna lain yang umum dijumpai disamping merah orange (Orange Red). Varietas ini merupakan varietas dengan grade paling rendah. Setelah dewasa warna badannya hanyalah emas kekuningan. Warna bibir dan sirip tidak semerah Super Red, tetapi berwarna merah muda atau merah jambu.


2. Golden (Cross Back, Cross Back Golden,CBG)


Golden varietas cross back merupakan bagian dari varietas arwana golden. Varietas ini dijumpai di berbagai tempat di Malaysia, seperti Perak, Trengganu, Danau Bukit Merah dan Johor. Oleh karena itu, mereka sering diberikan julukan sesuai dengan tempat asalnya, seperti Golden Pahang, Bukit Merah Blue atau Malaysian Gold. Disebut
sebagai cross back, karena varietas ini saat dewasa memiliki warna emas penuh hingga melewati punggungnya. Varietas ini harganya relatif lebih mahal bahkan paling tinggi dibandingkan lainnya karena termasuk jarang ditemui.
CBG dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan warna dasar sisik, yaitu Purple-Based (warna dasar ungu), Blue-Based (warna dasar biru), Gold Based (warna dasar emas), dan Silver-Based (warna dasar perak). Arwana Gold dengan warna dasar emas diketahui dapat mencapai warna penuh pada usia lebih muda dibandingkan dengan varietas lain.


3. Golden Red (Red Tail Golden, RTG).


Merupakan verietas dari arwana golden dan sering disebut sebagai Arwana Golden Indonesia (Indonesian Golden Arwana). Varietas ini dijumpai di daerah Pekan Baru, Sumatera. Berbeda dengan Cross Back Golden (CBG), warna emas pada verietas ini tidak akan berkembang hingga melewati punggung namun hanya akan mencapai baris ke empat sisik (baris sisik dihitung dari bawah, perut), atau lebih baik bisa mencapai baris ke lima. Seperti halnya verietas cross back, warna dasar sisik RTG bisa biru, hijau, atau emas. Begitu pula dengan warna bibir, ekor, dan sirip, kedua varietas ini memiliki keragaan yang sangat mirip. RTG muda memiliki warna lebih kusam dibandingkan dengan varietas cross back muda.
RTG boleh dikatakan lebih tahan banting dibandingkan dengan CBG dapat tumbuh lebih besar, dan juga lebih agresif. Jumlahnya di alam relatif lebih banyak dibandingkan dengan CBG, meskipun demikian tetap merupakan varietas yang dilindungi CITES.
CBG sekilas mirip dengan ikan arowana golden red yang berasal dari negara kita. Perbedaan yang sangat mencolok dapat dilihat jika ukuran ikan sudah agak besar dengan ukuran 20 cm lebih. Pada CBG warna emas menutupi seluruh tubuh sampai ke bagian punggung ikan ditutupi oleh ring yang berwarna keemasan. Sedangkan pada golden red (RTG) punggung nya tidak. berwarna keemasan tapi tetap hitam (kelabu).
Membedakan CBG dan RTG pada ukuran kecil (10-12 cm) sulit dilakukan dan perlu kehati-hatian. Perbedaan harga juga sangat mencolok. Harga CBG ukuran 12 cm dihargai lebih dari 10 juta, ukuran 20-25 cm berkisar 15-25 juta. Golden red berukuran 12 cm dihargai 2 juta, sedangkan ukuran 20-25 cm dihargai 2.5-3.5 juta.


4. Arwana Hijau (Green Arwana / Golden Pino)


Arwana hijau ditemukan di Thailand, Malaysia, Myanmar, Komboja, dan juga di beberapa tempat di Indonesia. Variasi penampakan dan warna bisa saja ditemukan di masing-masing daerah. Meskipun demikian secara umum dapat dikatakan bahwa pada umumnya berwarna kelabu kehijauan dangan pola garis-garis berwarna gelap pada ekor. Kepala dan mulutnya lebih besar dan lebih membulat dibandingkan dengan jenis arwana asia lainnya.


5. Banjar Merah
Banjar Merah boleh dikatakan merupakan varietas arwana merah kelas 2 dan diketahui bukan merupakan strain murni arwana merah. Penampakannya ditunjukkan oleh warna sirip yang orange pucat, ekor berwarna orange atau kuning, dan tidak memiliki warna merah di badan maupun di pipi. Sepintas Banjar Merah muda sangat mirip dengan Arwana Merah muda, sehingga tidak jarang hal ini dapat mengecoh para hobiis baru. Banjar dicirikan juga oleh bentuk kepala yang cenderung membulat dengan mulut yang tidak terlalu lancip. Perbedaan lain dapat dilihat pada tabel berikut :


Banjar Merah
Arwana Merah Muda
Warna siripwarna sirip yang lebih muda atau cenderung orange-merah pucat.merah pekat merata pada seluruh permukaan
Warna sisikKuning atau kehijauanMengkilap
Bingkai sirip dan tutup insangPink tua atau seperti karat, setelah dewasa menjadi jingga atau merahTidak ada tampilan seperti pada Banjar

Apabila ragu dalam memilih arwana, bawalah seorang yang telah berpengalaman memelihara arwana atau belilah arwana yang telah disertifikasi dan memiliki sertifikat yang sah.


6. Arwana Irian (Jardini)


Warna yang dimiliki varietas arowana ini cukup unik. Warna dasarnya adalah hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kunign ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini berasal dari australia, meski sering ditemukan di pulau Irian. Maka dari itu jenis ini juga terkadang disebut arowana Irian oleh para hobbies.
Jardini arowana sebenarnya ada dua jenis warna, yaitu w arna dasar lebih gelap dan yang lebih terang. Yang memiliki warna dasar lebih gelap adalah scleropqges jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah scleropqges leichharti.


7. Araipama Gigas


Arapaima gigas merupakan ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan kerabat arwana ini, pada saat dewasa bisa mencapai panjang lebih dari 3 meter, dengan berat sampai dengan 200 kg.
Mereka termasuk dalam ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari atmosfer (obligate air breather). Oleh karena itu, ikan ini harus muncul ke permukaan setiap 5 - 20 menit sekali, tergantung pada ukurannya. Ikan muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 18 - 20 menit sekali.

Arapaima hanya ditemukan di Amazon dan sistem sungai Essequito. Seperti halnya arwana di kita, mereka termasuk dalam daftar satwa langka yang dilindungi olah CITES, IUCN dan dilindungi dengan undang-undang di Guyana.
Di habitatnya, Arapaima merupakan sumber pakan bagi komunitas penduduk setempat. Sampai dengan bulan Desember 2001, populasi mereka diperkirakan kurang dari 850 ekor di wilayah Hutan Iwokara pada ekosistem lahan basah Rupununi.

Arapaima memilki "lidah" sepanjang kurang lebih 15 cm pada saat dewasa dan betulang, permukaannya kasar dan sering digunakan oleh penduduk setempat sabagai "amplas" atau kikir untuk menghaluskan permukaan kayu.
Pada saat air dilingkungan ikan ini menyusut, dan kadar oksigen menurun, arapaima akan menghirup udara langsung dari atomosfer. Dan apabila air dilingkungannya kering, ia akan menggulungkan diri membentuk bola, dan membenamkan diri dalam lubang sampai air kembali datang.
8. Silver

8.1 Arowana Black
8.2 Arowana Platinum
Arowana Brazil atau biasa disebut Arowana Silver memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Dengan bentuk tubuh yang panjang dan sirip yang panjang pula, mulai dari bagian tengah badan sampai pada ujung ekor memberi kesan yang sangat anggun saat berenang. Arowana ini dapat tumbuh sampai 50 - 60 cm. Jenis ini berasal dari Amerika Selatan, namun saat ini sudah dapat di kembang biakkan di indonesia. Memang harga dari Arowana jenis ini lebih murah dari jenis Jardini. Namun jika arowana ini sudah berukuran besar sangat indah untuk di pandang.
Belakangan tersiar kabar bahwa jenis ini sudah ada dengan warna platinum silver (warna silvernya menyerupai warna platinum & merata di seluruh tubuhnya).

biar mempermudah membaca saya rangkum Intinya aja deh tentang Perwatan Arwana :


  •  Perhatikan peralatan aquarium
  1. Aerator
    Fungsinya
    menyuplai udara ke dalam air akuarium
  2. Heater & Thermometer
    Fungsiny Alat Pemanas / Suhu
  3. Filter
    Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium
      
  4. Lampu TL
    Fungsinya menyinari Arwana dan memperindah warna
  • rajin melakukan perawatan akuarium 
    pengontrolan & pergantian air
    setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan ph air. adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat celcius. andaikata suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. sedangkan ph yang dikehendaki sekitar 6-8,5. andaikata ph terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium. selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium dƩngan malachite green, dƩngan frekuensi 3 minggu sekali.
    dan jangan lupa, air akuarium juga diganti. namun pergantian air dipilahkan menjadi dua, yakni: (a) pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium, dan (b) total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. jika anda menggunakan air pam, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.
  • penataan interior akuarium
    kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium. ini berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan anggunnya ikan arwana sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis.

    tanaman air
    mengingat asal-muasal ikan arwana yang suka bersembunyi di bawah tanaman air, maka kita pun siap menyediakan tanaman dimaksud. ada beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain: vallisneria spiralis, hidrilla verticillata, riccia fluiutana, higrophila polisperma, pistia stratiotes, najas indica, dan sebagainya.

    pasir batuan
    pasir digunakan sebagai landasan peletakan batuan. sebaiknya digunakan pasir sungai, yang masih bercampur dengan humus. di samping itu, diberi juga batuan dan termasuk karang-karangan. ukuran batu idƩal berdia meter 3 mm. batuan tersebut memiliki berbagai corak dan warna yang beragam namun tetap indah.

Selasa, 30 Oktober 2012

IKAN BELIDA (Satwa Populer Nusantara yang mulai langka)

IKAN BELIDA (Satwa Populer Nusantara yang mulai langka)

 Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan nama ikan Belida (ada yang menyebutnya Belido). Apalagi para penggemar kuliner Pempek Palembang berikut kremesannya berupa kerupuk kemplang dan lain-lain. Menurut masyarakat Sumatera Selatan, Belida artinya makhluk yang pandai berdiplomasi (be = punya, lida = lidah, pandai bersilat lidah). Tapi ternyata ikan asli Indonesia ini Semarang sudad diambang kepunahan, sebabnya selain konsumsi terhadap ikan ini semakin meningkat, upaya konservasi masih sangat kurang.

Mari berkenalan dengan satwa yang satu ini:


Nama: Belida (Notopetrus Chitala HB)

Istilah Indonesia: Belida, Lopis, Balida, Belido

Ciri-ciri:
Berukuran sedang, panjang maksimum 100 cm dan berat rata-rata 0,5-1 kg, di alam asli bisa mencapai 2 - 4 Kg. Bentuk badannya pipih dengan kepala yang berukuran kecil dan di bagian tengkuknya terlihat bungkuk. Rahang atas letaknya jauh di belakang mata. Badan tertutup oleh sisik yang berukuran kecil. Sisik di bagian punggungnya berwarna kelabu sedangkan di bagian perutnya putih keperakan.

Pada bagian sisinya terdapat lingkaran putih seperti bola-bola hitam yang masing-masing dikelilingi lingkaran putih. Dengan bertambahnya umur hiasan tubuh ikan belida akan hilang dengan sendirinya dan diganti oleh garis-garis kehitaman, sistem reproduksi ikan ini dengan bertelur. Merupakan ikan air tawar yang bersifat predator atau pemangsa dan nokturnal (aktif pada malam hari).

Pada siang hari biasanya bersembunyi diantara vegetasi. Makanannya berupa anak-anak ikan dan udang. Tak jarang mangsanya berukuran lebih besar. Ikan belida jantan bertugas membuat sarang yang dibuatnya dari ranting dan daun, juga menjaga telur dan anak-anaknya. Ikan belida dapat menghirup udara dari atmosfir. Ikan karnivora ini hidup di kedalaman 2-3 meter di tempat-tempat gelap. Saat air sungai meluap, mereka naik ke rawa-rawa untuk kawin dan melepas telurnya di sana.


Taksonomi: Isospondyli, Suku Notopterridae

Habitat: Sungai-sungai besar dan daerah yang sering tergenang banjir. Di daerah dataran rendah tidak lebih dari 30 m dpl.

Penyebaran: Sumatera, pernah ditemukan di Jawa dan Kalimantan.

Populasi: Langka !!!

Regulasi:
Belum dilindungi Undang-Undang (Padahal sudah masuk kondisi kritis kepunahan)

Upaya Konservasi:
Kolam, Aquarium dan Keramba.

Behavior
Malam, ikan ini Nokturnal (aktif di malam hari)

Bisa Dikonsumsi ?
Bisa, tapi mengingat populasinya yang semakin langka sebaiknya jangan. Ikan ini harus bisa dipertahankan sebagai kekayaan hayati perairan Nusantara.


Sumber:http://www.fishyforum.com/

Jenis-Jenis Ikan Penghuni Aquascape

Jenis-Jenis Ikan Penghuni Aquascape


1. Manfish 
   Ikan dengan bentuk lebar ini akan sangat elok dipelihara bersama tanaman air.


  
2. Discus
   Termasuk salah satu ikan idola para hobiis ikan air tawar. Keindahannya terlihat dari beragamnya warna tubuh ikan. Tubuh ikan seperti lempengan. Ikan ini sering dijuluki sebagai rajanya ikan hias air tawar.    



 

3. Congo Tetra
   Sesuai namanya ikan ini berasal dari sungai Kongo, Afrika.Ikan ini termasuk ikan yang aktif bergerak sehingga jenis ini cukup efektif penarik ikan lain supaya tidak terlalu bersembunyi/ngumpet.






4. Neon Tetra
    Walau panjang badannya hanya 2-3cm, ikan ini sangat indah. Sisiknya yang perak serta merah metalik bisa terlihat menyala. Ia senang menyantap cacing beku, serangga kecil, udang dan pakan kering.

5. Puntius Denisoni
   Ciri-ciri ikan ini, badan bulat memanjang seperti torpedo. Garis hitam memanjang dari ujung mulut sampai pangkal leher. Sementara di atas garis hitam ada garis warna merahsampai setengah badan. Ukuran ikan bisa mencapai 15 cm.


6. Rainbow Fish
  Warna ikan ini sangat indah. Badannya dihiasi garis-garis warna pelangi. Ukuran rainbow fish memilik panjang badan 10 cm. Ikan ini banyak ditemukan di Australia, Papua Nugini dan Indonesia.

7. Rasbora
   Orang mengenalnya sebagai ikan harlequin. Ikan dari kawasan Asia Tenggara punya semburat hologram warna merah di sisiknya. Spesies ini bisa mencapai ukuran tubuh 5 cm. Sifatnya kalem dan suka berkelompok.

8. Red Eye Tetra
   Ikan ini sangat cocok jika hendak dipelihara secara massaldalam akuarium aquascape di rumah. Sifatnya suka bergerombol. Tubuhnya berwarna keperakan. Panjang tubuhnya 5-6 cm.


9. Red Nose Tetra
 Sosok mungil dan senang hidup bergerombol. Hidungnya berwarna merah.





10. Sumatra Barb
    Ciri ikan ini memiliki warna loreng seperti macan. Ikan dengan tubuh berbentuk belah ketupat ini mudah dipelihara. Hanya sifatnya agak galak terkadang suka mengejar jenis ikan lain. 


11. Soaboa 
  Sekilas tampangnya mirip red nose tetra. Soalnya di bagian hidungnya berwarna kemerahan. Namun warnanya tidak hanya di hidungnya saja tetapi sampai ke ujung ekornya.

12. Guppy
 Ukuran guppy memang mungil. Panjang tubuh betina 6 cm,sedangkan jantan lebih kecil lagi. Ciri khas ikan ini adalah pada ikan jantan yang ekornya seperti kipas dengan warna bervariasi.

Minggu, 28 Oktober 2012

Aneka Jenis ( Style ) Aquascape

Aneka Jenis Aquascape 

 

Dalam dunia aquascape, terdapat berbagai macam jenis (style) yang sesuai dengan selera para aquascapist. Berikut adalah macam-macam jenis aquascape yang banyak digunakan.

Dutch Style
Ini adalah style yang dipakai sejak tahun 1930an, diperkenalkan oleh bangsa Belanda. Cirinya, tanaman yang digunakan antara 10-12 spesies. Dan susunan tanamannya cenderung bergerombol. Warna antara tanaman disusun sehingga serasi dengan tanaman sekitarnya.









 Nature Style
Mengutamakan kealamian dalam formasi, bisa menyerupai bentuk suatu taman, hutan. Dipopulerkan oleh Takashi Amano di tahun 1980an.


 Iwagumi Style
Yang paling utama dalam gaya aquascape ini, adalah susunan batu-batuan di dalamnya. Dipopulerkan oleh Takashi Amano juga. Ada empat buah jenis batuan dalam Iwagumi Style, yaitu Oyaishi, fukuishi, soeishi dan suteishi. Untuk Iwagumi style, akan saya bahas pada posting selanjutnya.




 El Natural Style
Style ini lebih mengacu ke ekosistem asli untuk habitat penghuninya.


 





Sabtu, 08 September 2012

Primadona Export Indonesia

Botia (Botia macracantha ) Primadona Export Indonesia




Ikan botia merupakan ikan asal Sumatera dan Kalimantan. Ikan ini diketahui pertama kali di eksport ke luar negeri pada tahun 1935 (Grund, 1988). Sampai saat ini, mereka termasuk ikan favorit dan memiliki banyak penggemar di luar negeri.
Botia termasuk ikan yang berumur panjang, diduga bisa puluhan tahun. Dilaporkan botia bisa hidup dalam akuarium selama 20 tahun. Panjang bisa mencapai 30 – 40 cm. Tetapi dalam lingkungan akuarium jarang yang mencapai panjang potensialnya tersebut.

Botia akan sangat bergembira apabila dipelihara secara berkelompok 5-6 ekor atau lebih. Mereka akan berenang bergerombol berkeliling akuarium dan saling bercengkerama diantara mereka, saling meggesekan badan dengan sirip menegak, sehingga dapat menyajikan tontonan sangat menarik bagi pemeliharanya. Perilaku lain yang menarik adalah tiduran tergelatak pada satu sisi tubuhnya. Hal ini sering menimbulkan salah pengertian bagi pemeliharanya karena disangka ikan tersebut sakit atau mati. Perilaku tersebut merupakan perilaku normal ikan Botia. Agar Botia betah, sediakan tempat persembunyian yang banyak dalam akuarium. Tempat persembunyian ini dapat berupa tanaman, atau dekorasi lain yang memadai tapi jangan lupa pula menyediakan ruang berenang yang cukup. Sediakan pula substrat yang “lembut” karena sebagai ikan bawah mereka akan kerap mencari-cari makanan pada substrat dengan mulutnya.


Botia dapat menerima berbagai jenis pakan. Meskipun demikian perlu diingat bahwa mereka sebenarnya adalah karnivora, sehingga perlu diberi pakan dengan diet protein tinggi. Mereka dapat menerima hampir semua jenis pakan hidup atau beku, seperti artemia, bloodworm, daging udang, daging ikan, beefheart, bahakn kacang polong rebus. Botia akan senang apabila diberi makan dalam jumlah sedikit tetapi sering (beberapa kali sehariĆ . Botia dewasa secara umum akan lebih pemilih dalam hal pakan dibandingkan dengan ikan muda.

Sebagai ikan tidak bersisik Botia diketahui rentan terhadap penyakit ick dan boleh dikatakan hampir tidak memiliki perlindungan terhadap bahan-bahan beracun dalam akuarium. Oleh karena itu hindarkan segala jenis kondisi lingkungan yang dapat memicu berjangkitanya ick atau keracunan.

Botia memiliki duri dibagian bawah matanya. Hati-hatilah dengan duri tersebut, terutama saat pemindahan atau pada waktu dijaring. Macracantha sendiri (nama latin dari ikan ini) berarti ikan yang memiliki duri “besar”.

 Adapun menurut  Ghufran dan Kordi (2009) perbedaan dari ketiga spesies ikan botia ini adalah sebagai berikut :

1.Botia Macracanthus
Spesies Botia macracanthus merupakan spesies yang mempunyai warna paling indah.  Warana dasar spesies ini kuning keemasan atau sawo matang yang dibalut warna hitam atau pita hitam di tiga tempat.  Pita hitam ini mirip selendang, yang menyebabkan botia disebut sebagai ratu ikan air tawar.  Pita hitam pertama memotong diatas kepala, melintas persis di mata.  Pita yang dibagian tengah tubuh agak lebar, dan yang melintas di pangkal ekor merambat sampai sirip punggung.  Spesies ini hanya terdapat di Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan.

2.Botia Hymenophysa
Mempunyai warna dasar abu – abu atau kecoklatan, dengan bagian perut berwarna keperakan.  Bentuk tubuhnya mirip spesies Botia macracanthus,hanya saja ukurannya lebih panjang.  Pada tubuhnya terdapat 12 -14 pita tegak berwarna kebiru – biruan bertepi hitam.  Yang berwarna pucat lebih lebar. Pada sirip punggung terdapat 12 – 13 jari – jari bercabang, dan terdapat bercak dan garis warna pada ujung sirip punggung.  Spesies ini terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Malaysia.

3.Botia Reversa
Spesies ini berwarna dasar abu – abu atau kecoklatan.  Bentuk tubuh dan kepala mirip spesies Botia hymenophsa.  Pada tubuhnya terdapat 12 pita tegak berwarna hitam. Pita yangb berwarna gelap lebih lebar dari pada yang pucat. Pada sirip punggung terdapat 9 – 11 jari – jari bercabang.  Spesies ini ditemukan di sungai – sungai di dataran tinggi.  Terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.

 Pemesanan Hub : Rumah Ikan Bogor
                           Telp : 0251 8659883
                             Hp : 081585440755